PONDOK PESANTREN YANG BERHALUAN AHLUSSUNNAH WAL-JAMAAH YG DIDIRIKAN OLEH AL-HABIB TOHA BIN HUSEIN AL-JUFRI PADA TANGGAL 15 AGUSTUS 2014.DAN SAAT INI TELAH RESMI MEMPUNYAI EMPAT CABANG.PUSATNYA TERLETAK DI SUI.ADONG CABANG KE DUA DI SINGKAWANG.DAN CABANG YANG KE TIGA DI SUI.AMBAWANG. CABANG KE 4 DI NUSA PATI SUI PINYU
Rabu, 24 April 2019
Rabu, 25 Oktober 2017
BIOGRAFI HABIB HUSEIN BIN THOHA AL-JUFRI
BIOGRAFI HABIB HUSEIN BIN THOHA AL-JUFRI
Habib husein bin thoha al-jufri
beliau lahir di Sumenep madura jawa timur semasa hidupnya beliau di kenal seorang yg sederhana sopan dan rendah diri semangat dakwahnya mengalir kuat di jiwanya hingga ia beberapa kali merantau ke beberapa Daerah untuk menjalankan misi dakwahnya penyambung lidah kakeknya nabi muhammad SAW
di usia mudanya sampailah ia ke daerah kalimantan barat tepatnya di daerah sambas beliau menyampaikan kalam kalam hikmah hingga penjuru pulau kalimantan dengan karomah beliau banyak dari beberapa orang yg insyaf dan keluar dari lembah kemaksiatan
dengan berjalan waktu sampailah beliau di ujung masa mudanya hingga beliau mempersunting dan meneikah dengan seorang wanita kelahiran karimunting kalimantan barat
dengan pernikahan tersebut beliau di karuniai lima orang anak.
dalam perjalanan beliau dalam berdakwah terdapat beberapa kisah unik karomah beliau yg tampak di mata masyarakat semasa hidupnya
di ceritakan bahwa semasa hidupnya beliau suka mengembala kambing hidup sederhana bukan halangan baginya untuk berdakwah beliau sangat tidak cinta terhadap dunia dengan pandangan akherat kehidupan yang kekal hingga membuat beliau tidak terlalu berlebihan dalam mencari kenikmatan dunia hingga untuk menghidupi keluarganya beliau hanya bertrani, bercocok tanam dan berdagang salah satunya beliau sering jualan jamu, hingga pada suatu ketika tak kala kambing kambing beliau di kembala di beberapa kebun beliau mungkin tak di sangka salah satu kambing beliau melompati pekarangan orang lain hingga memakan sebagian tanaman masyarakat
beberapa tetangga yang lain membiarkan saja karna mereka tau bahwa kambing tersebut milik dari habib husein al-jufrig yg di kenal kramat. namun ada beberapa orang yg tidak terima dengan tingkah laku kambing tersebut, hingga memukul kambing tersebu, dan beberapa masyarakat menasehati kepada orang yg tidak terima tersebut bahwa kambing itu jangan di pukul karna kambing tersebut milik sang waliyullah habib husein al-jufri namun nasehat tersebut tidak hiraukan bahkan ia tetap saja memukuli kambing tersebut dan bahkan ia sampai menyiram kambing habib husein al-jufri itu dengan air panas.
subhanalla dengan karomah beliau yg luar biasa orang tadi yang memukuli kambing dan menyiramnya dengan air panas tiba tiba mulutnya bengkok dengan seketika ia tidak bisa berbicara normal sebagaimana biasanya..
padahal kejadian tersebut habib husein belum tau tentang prihal kambingnya tersebut.
namun takkala beberpa orang menyampaikan prihal kejadian itu habib husein pun berka " sesungguhnya yang tidak terima dengan kejadian tersebut bukanlah saya, melainkan Allah SWT. banyak hal yang terjadi di masa hidup beliau yg di luar nalar manusia pada umumnya. selang bebera tahun kemudian beliau wafat di tahun 1995 beliau meninggalkan 5 orang putra putri dari istri pertamanya dan 3 orang putri dari istri ke duanya.
Dalam kehidupan yg sederna beliau tetap hati hati dalam mendidik putra putrinya khususnya soal makanan beliau sangat hati hati dalam memberikan keluarganya dengan perkara subhat apalagi harom
hingga dengan ketelitian dalam memndidik beliau sukses melahirkan seorang putra putri yang luarr biasa.
setelah beliau wafat dilanjutkanlah perjuangan beliau oleh putra tertua beliau yakni Habib Muhammad bin husein al-jufri. dan habib ahmad bin thoha al-jufri dan habib thoha bin husein al-jufri.
Habib husein bin thoha al-jufri
beliau lahir di Sumenep madura jawa timur semasa hidupnya beliau di kenal seorang yg sederhana sopan dan rendah diri semangat dakwahnya mengalir kuat di jiwanya hingga ia beberapa kali merantau ke beberapa Daerah untuk menjalankan misi dakwahnya penyambung lidah kakeknya nabi muhammad SAW
di usia mudanya sampailah ia ke daerah kalimantan barat tepatnya di daerah sambas beliau menyampaikan kalam kalam hikmah hingga penjuru pulau kalimantan dengan karomah beliau banyak dari beberapa orang yg insyaf dan keluar dari lembah kemaksiatan
dengan berjalan waktu sampailah beliau di ujung masa mudanya hingga beliau mempersunting dan meneikah dengan seorang wanita kelahiran karimunting kalimantan barat
dengan pernikahan tersebut beliau di karuniai lima orang anak.
dalam perjalanan beliau dalam berdakwah terdapat beberapa kisah unik karomah beliau yg tampak di mata masyarakat semasa hidupnya
di ceritakan bahwa semasa hidupnya beliau suka mengembala kambing hidup sederhana bukan halangan baginya untuk berdakwah beliau sangat tidak cinta terhadap dunia dengan pandangan akherat kehidupan yang kekal hingga membuat beliau tidak terlalu berlebihan dalam mencari kenikmatan dunia hingga untuk menghidupi keluarganya beliau hanya bertrani, bercocok tanam dan berdagang salah satunya beliau sering jualan jamu, hingga pada suatu ketika tak kala kambing kambing beliau di kembala di beberapa kebun beliau mungkin tak di sangka salah satu kambing beliau melompati pekarangan orang lain hingga memakan sebagian tanaman masyarakat
beberapa tetangga yang lain membiarkan saja karna mereka tau bahwa kambing tersebut milik dari habib husein al-jufrig yg di kenal kramat. namun ada beberapa orang yg tidak terima dengan tingkah laku kambing tersebut, hingga memukul kambing tersebu, dan beberapa masyarakat menasehati kepada orang yg tidak terima tersebut bahwa kambing itu jangan di pukul karna kambing tersebut milik sang waliyullah habib husein al-jufri namun nasehat tersebut tidak hiraukan bahkan ia tetap saja memukuli kambing tersebut dan bahkan ia sampai menyiram kambing habib husein al-jufri itu dengan air panas.
subhanalla dengan karomah beliau yg luar biasa orang tadi yang memukuli kambing dan menyiramnya dengan air panas tiba tiba mulutnya bengkok dengan seketika ia tidak bisa berbicara normal sebagaimana biasanya..
padahal kejadian tersebut habib husein belum tau tentang prihal kambingnya tersebut.
namun takkala beberpa orang menyampaikan prihal kejadian itu habib husein pun berka " sesungguhnya yang tidak terima dengan kejadian tersebut bukanlah saya, melainkan Allah SWT. banyak hal yang terjadi di masa hidup beliau yg di luar nalar manusia pada umumnya. selang bebera tahun kemudian beliau wafat di tahun 1995 beliau meninggalkan 5 orang putra putri dari istri pertamanya dan 3 orang putri dari istri ke duanya.
Dalam kehidupan yg sederna beliau tetap hati hati dalam mendidik putra putrinya khususnya soal makanan beliau sangat hati hati dalam memberikan keluarganya dengan perkara subhat apalagi harom
hingga dengan ketelitian dalam memndidik beliau sukses melahirkan seorang putra putri yang luarr biasa.
setelah beliau wafat dilanjutkanlah perjuangan beliau oleh putra tertua beliau yakni Habib Muhammad bin husein al-jufri. dan habib ahmad bin thoha al-jufri dan habib thoha bin husein al-jufri.
Jumat, 24 Juni 2016
INFO PENDAFTARAN SANTRI BARU
PERINCIAN
BIAYA MASUK SANTRI BARU “LPI MA’HAD
AL-FAQIHIL MUQODDAM” 2016-2017
|
NO
|
JENIS
|
BIAYA
|
|
1
|
PENDAFTARAN
|
RP. 600.000
|
|
2
|
BIAYA GEDUNG
SEKOLAH
|
RP.400.000
|
|
3
|
RAPORT
|
RP. 30.000
|
|
|
TOTAL
|
RP. 1.030.000
|
Perlengkapan/ keperluan santri :
Ø LEMARI =
RP. 150.000
Ø RANJANG (hak pakai) = RP. 500.000
Ø KASUR + BANTAL =
RP. 400.000
Ø SYAHRIYAH 1 BULAN =
RP. 350.000
Ø Total = RP. 1.400.000
Total
keseluruhan : RP.
2.430.000
v Tidak Termasuk Biaya Perlengkapan Santri Seperti ( Seragam Gamis,
Kopyah, Imamah, Kitab Wirid, Kitab Pelajaran Dll ) Namun Perlengkapan Tersebut
Bisa Di Beli
Di Koperasi “ Ma’had Al-Faqihil Muqoddam III.
v Semua santri baru akan di
tempatkan di LPI MA’HAD AL-FAQIHIL
MUQODDAM III di desa durian sui
ambawang
v Yang lulus tes maka akan di pindahkan KE LPI MA’HAD AL-FAQIHIL
MUQODDAM pusat di sui adung kuala dua
v Bagi santri yg lulus tes karna akan tinggal di sui adung maka uang
pendaftaran yg telah lunas akan di potong masuk ke tabungan santri
senilai RP. 800.000
NB:
di harapkan Uang syahriyah/SPP untuk
bulan ini di lunasi sebesar RP. 350.000
Sabtu, 26 Maret 2016
Rabu, 23 Maret 2016
Sabtu, 05 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)






































